Jumlah jenis burung pemangsa (diurnal raptor) di Indonesia diperkirakan sekitar 70 jenis (tidak termasuk burung hantu), namun ada satu jenis yang memiliki keunikan morphology yaitu jenis Elang Brontok/Changeable Hawkeagle nama ilmiahnya Spizaetus cirrhatus…
Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) di Indonesia memiliki 5 sub species :
Spizaetus cirrhatus limnaetus, tersebar di Sumatra,Jawa dan Kalimantan
- Spizaetus cirrhatus cirrhatus, tersebar di Sumatra dan Kalimantan (sedikit jumlahnya) serta banyak juga di India
- Spizaetus cirrhatus floris, hanya ada di Flores
- Spizaetus cirrhatus varhauni,tersebar di pulau-pulau kecil (remote island) di Sumatera
- Spizaetus cirrhatus andamanensis, hanya ada di kepulauan Andaman (http://thomasveriasa.blogspot.com/2006/01/elang-brontok-spizaetus-cirrhatus.html)
Elang brontok yang tertangkap penduduk tepus Gunungkidul ini ditemukan secara tidak sengaja oleh tim dari Yayasan Kanopi Indonesia, Mas Uup dan kawan-kawan. Waktu itu mereka sedang survey raptor di Gunungkidul. Sewaktu sampai di Seruweng , tepus, Gunungkidul mendapati ada burung ini yang ditangkap penduduk. Penduduk bilang bahwa elang ini tertangkap masuk ke jaring yang digunakan untuk mengusir kera ekor panjang (Macaca). Jadi tidak sengaja tertangkap.
“Karena penangkapan belum terlalu lama kita berusaha untuk melepasnya”, demikian kata Mas Okie.
Yayasan Kanopi dibantu LSM konservasi antara lain KSSL kedokteran hewan WCF kedokteran hewan-KP3burung Kehutanan, Matalabiogama untuk dukungan sumber daya manusia.Sedang alat di bantu dari RAIN (raptor Indonesia), YPAL (yayasan pribumi alam lestari bandung) Raptor center Panaruban Bandung, IAR international Animal Rescue Bogor. Mas Nugi dengan WCS-nya buat nyumbang sedikit dana untuk operasionalnya. Pemeriksaan kesehatan dibantu Drh Dian yang pernah bekerja di PPSJ.
Persiapan Habitat
Program diawali dengan kegiatan persiapan habitat, yaitu melakukan survey habitat terhadap calon lokasi pelepasliaran. Penentuan lokasi pelepasliaran dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan beberapa kali studi kelayakan habitat di beberapa daerah dengan melakukan studi literatur dan melakukan survey langsung. Sampai dengan tanggal 30 November ini tim sudah melaukan habituasi. Kandang sudah sampai di lokasi. Langkah selanjutnya monitoring untuk mengetahui perkembangan perilaku elang di alam.
Filed under: Conservation Tagged: | lanjut



Ditunggu kabar perkembangannya.